All posts by mlukmanardi31

A dreamer who believes his dreams come true. Public Relation, Travel Addict.

International KKN Program, Collaborate UPI with AIESEC Bandung

Hello! Long time I am not Online on this wordpress since I had bustle with my academics and organizations. I’ve many stories who want I inform to you but that’s impossible if I should do that I really need more time and I am busy. Ok Just trying to take the mickey! 😀

I don’t know what I have to write now hahaa. Ok I got it!

Brevity, I just finished my exam for all subjects in this semester but I still have one subject who must finish it which is KKN (Kuliah Kerja Nyata) the subject is about dedecation from students to society with purpose to make social impact for them. Basicly KKN will be held during summer or about July – August about six weeks. I have research some place, I meant a rural area who nearest with my home. I won’t KKN far from my home/dorm, because I have to saving money for Indochina Trip 2017 in this Summer. I had plan to KKN in Kab. Bandung.

On February, I applied the Global Volunteer AIESEC Program for. Actually I still fifty-fifty join or not because I choice exchange in the same time with my KKN. And until faced interview session with AIESEC Malayasia. I really nervous a lot when the interviewer gave some questions and case study, I didn’t knew that can happened whereas that I am a interviewer too in AIESEC Bandung. So ‘A interviewer has been interviewed by Interviewer’ (Hope you understand Lol)

After three days there was notification that I passed from selection. Yeahh it was overwhelming when received the result. But and the end I decided to breakmatch after knew that Project Fee spent much money like I must paid for accommodation. In truth, they have provided but not covered that. Huh.

On March like wave I got frustrated between mid-test and interview schedule, but I can handle it. In the middle daydreaming that I really want my summer will be memorable so I decisionmaking to go Global Volunteer AIESEC program. At that moment I choice Thailand country and applied for Sawasdee Wave 25 in AIESEC Chulalongkorn University. That’s one of my aspiration to stay a long time in Thailand. For me Thailand is second home after my beloved country. If it will be happening to me that mean’s my first time experience I visit it and live while six weeks. It is impressive of me.

แจมมิกา วรรณมโนมัย was my interviewer and I forgot her name then I can’t red her Thai character but I still keep in touch with her since I accepted became Exchange Participant in Thailand this summer. Wow, remarkable for my forgetfulness! 😦

So, how about KKN if I picked out Global Volunteer. Actually i felt insecure a lot of the decision because I have prepare money for exchange and with ungrudgingly I will lost my KKN score only for join Global Volunteer. So must consider and think twice more. In the middle march I got good news that KKN has collaborate with Global Volunteer AIESEC. That’s mean when I join Global Volunteer so I’ll get KKN’s score. We called International KKN. Ok Solved!

Next problem is money. I must have much money for join the project. I thought i can use my money in Bank to pay AIESEC administration about 150$ and issued flight ticket from Thailand to Indonesia about 73$. Then for other expenses like Insurance, Bagage, Visa, Project Fee, and Living Cost I’ll lobby and negotiation with my parent especially my Dad. Well I decided to do not rent a dorm in next semester my study so the dorm fee will be oper for Global Volunteer. Actually I felt sorry for my parent have them spent out of money. But I am promise after i graduate and getting job I will make them really happy one day. I whispered that this problem solve.

And how about Indochina 2017? I will keep going there before Global Volunteer without back again to Indonesia. I have booked ticket from Bandung to Kuala Lumpur, Kuala Lumpur to Ho Chi Minh City and going to Thailand by cross border between Cambodia and of course Thailand. Is it solve? Yes.

So many problems I have to faced but I try to overcome it and being solution oriented. Frankly, this is so challenging experience and planless before due to I didn’t thought that I will walk as far of these. Hopefully my decision will be unforgettable moment for me because I won’t my study as always flat like most of them or laypeople, I just want exceptional and different. When I get living diversity, cross-culture, international networking, and make powerful impact to society those are missions of my alive.

Next I’ll share you about other my experiences 🙂

This slideshow requires JavaScript.

. Seeyaa.

Advertisements

Cerita SNMPTN 2014 ku!

Disisa –sisa rintik hujan di malam yang dingin ini ketika orang-orang sibuk dengan tontonan sinetron kesayangannya, gue bermaksud dengan berbagi pengalaman atau kisah tapi bukan kisah kasih di sekolah Hahaha bercanda.
Ok guys…. kali ini gue mau ceritain gimana pengalaman gue ketika gue menunggu SNMPTN 2014, tepatnya menunggu pengumuman lewat jalur undangan. Udah tahu kan bahwa gue gak milih unpad *tear ok gak papa itu mungkin jalan terbaik.
Atau mungkin lupa yah? Ok gue ingetin lagi. Kalo tahun sekarang dari program BAHASA , GAK BISA MILIH ILMU KOMUNIKASI UNPAD dan itu adalah persyaratan MUTLAK di SNMPTN tahun ini. Stop galaunya Stop stress.a dan gue cuman mengingatkan bagi adik kelas kalo misalnya pengen masuk ILMU KOMUNIKASI  UNPAD mendingan pas SMA pilih IPS.
Meskipun masih nyesek pas SNMPTN gak bisa milih UNPAD, gue tetep mesti pertahankan passion gue di prodi ILMU KOMUNIKASI. So gue milih PTN lain yang memperbolehkan dari program BAHASA untuk bisa milih prodi tersebut. Lama pake banget dan rasa cemas-khawatir mulai mengganggu pikiran gue setiap malam.
Apakah gue masuk? apakah gue gagal? dan mesti ikut Ujian mandiri yang biaya kuliahnya dua kali lipat? atau swasta yang biayanya hampir sama kayak Ujian Mandiri? atau malah SBMPTN yang katanya soal-soal SBM itu lebih sukar dibanding UN? mana gue dari Bahasa alias anak Bahasa belom tahu sampai dalam belajar SOSHUM ekonomi, sejarah, sosiologi, geografi yang ketinggalan 2 tahun, B.inggris gue ancurr, Matdas kayak matematika kelas IPA!! -__- Ahhhh gue takut kalo misalnya itu terjadi, tapi gue siap dengan hasil nanti.
Pendaftaran SNMPTN2014 udah ditutup dari maret dan gue cuman bisa nunggu dan ditemani dengan rasa gelisah. April pun datang dan disibukan dengan bimbingan belajar secara otodidak buat UN. (setahu gue di BIMBEL MANA PUN MANA ADA, BIMBEL BUAT ANAK BAHASA. BELI BUKU BUAT UN PUN GUE MESTI PAKE YANG ANAK IPS).
Dua minggu buat UN gue makin fokus dan terus latihan soal-soal. Sebelum UN seperti biasa sekolah gue ngadain istiqasah dulu biar UNnya lancar, UN pun tiba yang katanya UN 2014 itu bertaraf internasional. Ok hari pertama B.Indonesia sama Sastra gue bisa pegang dan gue yakin B.Indonesia dapet 94 dan sastra 86. Hari kedua UN. ANTROPOLOGI sama MATEMATIKA agak klimaks nihh, UN kedua gue punya target 90 untuk Antropologi dan Matematika. Pas ngerjain UN matematika waktu terasa cepat bangettt padahal masih ada yang belom gue pecahin alhasil ada yang hitung kancing bahkan temen gue ada yang gak di isi 20 😥 Hari ketiga UN, Bahasa Inggris sama Bahasa Perancis, Klimaks bangett.. tapi masa iya 12 tahun belajar Bhs.Inggris gak bisa ngerjain UN. TAPI pas listening gue udah tengok kanan tengok kiri ke teman, liat mimik mereka yang kebingungan juga secara listeningnya bukan inggris US atau British entahlahh yang penting gue kacau di Inggris gue gak tahu sama vocab yang asing. Akhhh serasa hati ini teriris yang ternyata pas inggris gue banyak yang ngasal dalam hati gue berkata “masa iya anak bahasa gak bisa bhs.inggris” , gue ikut les Inggris pun gak melakat satu pun hasilnya. Padahal bokap gue bilang ” kuasai bahasa inggris “. Ok Perancis satu lagi pas UN perancis gue agak legaan karna masih basic gak ada teks panjang kayak Inggris. TARGET inggris-_____- gue ngaca kok pas inggris gue banyak yang ngasal dan untuk perancis 85.
Finally, UN akhirnya beres juga dan saatnya liburan ke Yogyakarta menghilangkan stress UN meskipun sesekali teringat UN Bhs. INGGRIS 😥 Mana nilai UN dimasukkan ke kreteria SNMPTN gue takut dan Merodd lagi guys. Liburan, gue habiskan liburan dengan kegembiraan bersama anak bahasa meskipun dibagi 2 bus  beberapa di IPS 2 dan beberapa IPS 3 termasuk gue. Sudah keliatan bahwa anak BAHASA itu “Hmmmmmm” padahal kami bayar sama dengan harga yang sama tapi kami gak seBUSin. OK Gue pasrah ikut kata pihak sekolah mungkin itu yang terbaik. Lagi lagi gue postive thinking.
Liburan beres dan saatnya hal yang paling gue gak suka yap apalagi kalo bukan MENUNGGU, menunggu hasil UN sambil jadi tukang ojeg lumayan dapat 20rb sehari hahaaa bercanda gue habiskan proses menunggu dengan Les Akuntasi di UNIBI tiap weekend. Dalam rintihan do’a gue selalu memohon semoga dikasih jalan yang terbaik dan semoga gue dapet peringkat pertama UN di sekolah syukur-syukur di Indonesia. Dan tentunya dapat SNMPTN.
Mei pun tiba. Bulan kelahiran gue!  Semoga menjadi bulan yang aMAYzing. Menunggu tanggal 20 untuk memastikan gue lulus atau mengulang lagi pun gue menghabiskan waktu tanpa belajar buat SBMPTN, seriuslah gue males buat belajar SBM, mesti dimulai darimana dulu gue untuk belajar!! Mau bimbel UANG lagi UANG lagi ujung-ujungnya ngerepotin orang tua.
H-1 Kelulusan UN gue baca dimedia internet bahwa Kab. BANDUNG 100% Lulus. Tapi pas tanggal 20 Mei gue masih digantung karena gue belom tahu gue lulus apa nggak karna surat Kelulusan gue belom kunjung datang sama Tukang Pos.
Pagi Siang Sore bahkan malam pun gue masih digantung. Dan besoknya gue kesekolah buat nyari tahu dan ngedapatin surat kelulusan serta undangan buat orangtua untuk pelepasan kelas 12 nanti. Akhirnya gue dapet surat kelulusan dan hasilnya gue LULUSSSs gak usah ngulang lagi di SMA 🙂
Tapi sayangnya gue belom tahu hasil UNnya berapa padahal gue udah nyari di google dan anak Kota pun udah tahu hasilnya berapa. Dan katanya ntar 2 atau 3 hari lagi bakalan dikasih tahu oleh pihak sekolah!!
Tanggal 24 hasil UN udah bisa diliat tapi sayangnya gue mesti ke Bandung buat ngambil sertifikat les Akuntasi gue di UNIBI dan gue pun dapet 2 sertifikat, sertifikat ikut les dan sertifikat beasiswa UNIBI (1jt persemester broww) . OK Mungkin UNIBI jadi cadangan buat gue kalo SNMPTN gak masuk. Jam 10.30an gue sama Anggi, Ai, Rita, Rosa udah pulang dari UNIBI (cewek semua kecuali gue sebenernya ada si Romi tapi dia naik mobil sama Papanya), disana gue sama yg lainnya mesti berpisah sama Rosa, karna Rosa mau ngurusin persyaratan kerja. (Sebenernya gue pengen kerja part time juga daripada garing nyampe bulan September coba?? Tapi gak diizinin sama mama papa). Dan akhirnya gue, Anggi, Rita, Ai jalan jalan ke UPI siapa tahu gue jadi mahasiswa UPI.
Besoknya minggu, gue cuman diem dirumah dan olahraga kecil. Senin,26 Mei H-1 SNMPTN gue sama Fauzi, sama Romi kesekolah buat ngebantuin wali kelas ngerekap rapot dan sekalian liat nilai UN. Dan gue nyesek liat nilai UN.a gue gak dapet ranking pertama di UN gue dapet rangking ke dua padahal cuman beda tipis sama yang PERTAMA dan mengecewakan di Bhs INGGRIS. OK itu setimpal dengan usaha gue selama ini.
Sepulang di sekolah gue bilang ke Bibi sama Mama “bla bla bla….” mereka cuman bilang “gak papa dapet kedua juga alhamdullilah”. Malemnya gue disuruh baca yassin fadillah sama mama, seabis sholat isya gue pun baca tuh ayat ayat suci al-qur’an dan baca surat yassin fadilah. Pas beres baca mulailah terlihat bening air di bola mata gue.
“Ya allah mudah-mudahan hamba masuk SNMPTN, semoga hamba diterima di PTN ilmu komunikasi, hamba ingin membanggakan kedua orangtua hamba,…….”
Jelas gue nangis mana gue anak pertama punya beban berat buat bahagian kedua orangtua, gue takut kalo gue gak masuk SNMPTN, gue nyesekk senyesek nyeseknya nilai UN gue beda tipis. Dan papa pun pulang kerja yap (Seorang bapak satpam yang punya mimpi anaknya kuliah sampai S3) gue dinasehatin kenapa nangis? Bla bla bla kali ini gue ngedengerin dan patuh sama omongannya.
“Sekolah dimana pun kuliah dimanapun kalo punya motivasi kuat buat belajar mah pasti bisa, ini ayah buktinya satpam tapi bisa ngebiayain Aa sampai SMA bisa bangun dan punya Rumah sendiri, sekarang banyak S1 di Univ yang terkenal tapi cuman nangkring dipinggir jalan dicafe cafe karna mereka gak punya motivasi yang kuat!”
Emang pilihan gue gak seberapa gak ITB, UI, UGM, UNPAD-___-. Tapi gue agak was was karna saingan untuk masuk PTN itu Puluhan Ribu orang dan Ilmu Komunikasi itu termasuk ke 10 prodi terfavorit tahun 2014 ini. Arghhh semalam gue cape sama nangis gue sendiri, intinnya gue takut ngecewain orangtua, saudara, ibu-ibu pengajian, pacar gue yang udah ngedo’ain buat gue. Mana simpang siur masalah waktu dan jam pengumumannya ada yang bilang jam 12 Malam ada yang bilang besok Siang/Sore!!
Gue pun terlelap berharap Allah membangunkan gue untuk shalat tahajud tapi nyatanya gue terbangun jam set.6!! Bergegas shalat shubuh dan cium tangan bokap yang mau berangkat kerja “yah, do’ain yahh!!” dan fix 6 jam lagi pembukaannya, gue semakin gak karuan dan gue mutusin buat sepedahan sama sepupu gue liat kereta api pokoknya spend time buat ngilangin rasa deg degan.
Sekitar jam setengah 10an gue pulang karna gue disuruh ngojeg dulu sama bibi. Jam 10 gue balik ke rumah dan shalat dhuha. Setelah shalat gue ngambil makan. Pas buka twitter sama BBM, di twitter udah rame katanya yang SNMPTN milih ke UPI udah bisa dibuka hasilnya. Terus gue mutusin untuk ngasih tahu ke Mama tapi mama lagi shalat dhuha
Lulu : ” Mam, pengumamannya bisa dibuka sekarang”
Mama : “Sammiallah….”
Terus gue bawa laptop dikamar gue dan mudah-mudahan masih ada modem dan gue pun ke lantai 2. Gue buka laptop dan selagi nunggu proses laptop jalan gue mutusin liat bbm. Si aldi udah nanya2 man gimana hasilnya??? Tapi gue gak dibales takut gue gak lolos-__- Dan nafsu makan pun udah ilang!! Gue colokin modem dan gue buka link UPI. Rasa cemas gak lolos dari SNMPTN sesekali terbayang dan akhirnya gue mesti ikut SBM, pikiran itu terlintas sesaat gue mau klik link UPI.
MASUKAN NO PENDAFTARAN bismillahh 4140418750 (semoga menjadi angka yang aMAYzing) dan TANGGAL LAHIR 31 Mei 1996 apakah akan menjadi kado terindah atau terburuk dalam sepanjang masa hidup gue?? Sebelum ngeklik kata “LIHAT HASIL” Gue baca dulu tulisan yang gue temui diblog sebelah.
” Ya allah yang maha pengasih lagi maha penyayang, berilah kesempatan pada hamba-mu ini untuk berkuliah disalah satu universitas negri yang engkau  kehendaki. Izinkanlah hamba untuk diterima di universitas negri lewat SNMPTN ini agar hamba tidak harus bersusah payah mengikuti SBMPTN lagi  ya allah. Tetapi, hamba akan menerima apapaun yang menjadi keputusanMu pada hari ini jam ini menit ini detik ini. Hamba sangat berharap sekali untuk bisa diterima pada jalur SNMPTN ini ya Allah. Ku serahkan semuanya kepadaMu. RABBANA ATINA FIDUNYA HASANAH WAFIL AKHIRATI KHASANAH WAKINA ADZABANNAR. AAMIIN.. ”
Setelah membaca tulisan itu gue pun membaca basmallah sambil gemetar jari jemari gue ini. Dan apa yang terjadi? gue teriakkk Argghhhhhhh Mamaa gue masuk gue keterima. SUJUD SYUKUR kepadaMu ya Rabb nangis gue malam itu terbalas oleh kebahagian buat orang tua dan orang disekitar. Baru kali ini aku peluk mama dan bikin mama berkaca-kaca :3 selanjutnya gue kabarin kabar bahagia gue ke papa.
Alhamdullilah, Gue diterima di Indonesia University of Education – Science of Communication 🙂 Yang belom masuk PTN jangan berlarut larut dalam kekecewaan kan ada perjuangan lewat tes SBMPTN UMPTN jangan patah semangat. Gue nunggu kalian di PTN. Untuk adik kelas tingkatin prestasi belajarnya. Dan jangan takut untuk bermimpi, perbanyak shalat dhuha, dan kalo ada waktu baca surat yassin fadillah, oh iya gue lupa Minta do’a restu ke orang tua mu! That’s all miracle for procore a dream!

image

Ok guys sampai ketemu ditulisan gue next time!

I’m Language

Heyy Luluers, udah lama gue gak nulis!! Hahaaa padahal baru kemarin gue nulis Cerpen Horrrrror, aduh sorry banget ceritanya flat gak menarik *sad tapi gue gak kapok untuk nulis karna passion gue disini. Omong-omong mau nulis kali ini gue mau nulis nyeritain Lika Liku di SMA!
Awalnya gue gak mau nerusin sekolah lagi di daerah yang sama kayak SMP yahh yang pastinya gue bosen lah!!! Niatnya gue pengen lanjutin SMA di Kota, Yap Kota Bandung di SMA 24 atau SMA 10. Namun berhubung NEM gue pas pasan (Sedih banget) terpaksa tapi gak terpaksa juga sihh gue Nyadar sama Tahu diri, gue lanjutin SMAnya di Pelosok lagi. Tapi gue bimbang mau di Cicalengka lagi atau di Rancaekek. Pasalnya ada temen asli cicalengka yang bilang “Ngapain orang Rancaekek sekolah di Cicalengka?” Anjirr gue gak bisa jawab apa apa terkecuali senyum simpul, seketika pertanyaan itu keluar saat gue duduk di bangku SMP kelas 7. Gue nyesek tapi gue diam ajah, maklum gue orangnya sensitive (Hahaaa bocor deh!) Ok, sampai dimana tadi. Oh yah! Tapi gue mikir kalo misal SMAnya di Rancaekek gue takut gak ada temen, takut kalo di daerah PT. KAHATEX banjir dan gue pulangnya jalan kaki. Arghhh gak mau. Oui, gue mutusin buat masuk SMAN 1 Cicalengka. Dianterin sama mama daftarin ini itu. Gue liat pas pendaftaran temen gue pada gak dianterin mama papanya. Hahaaa keliatan banget gue anak mama. Dan akhirnya gue diterima dengan NEM pas pasan. Mungkin di Chexo (panggilan SMA gue) ada sesuatu yang Indah-Manis-Bahagia yang akan Allah berikan ke Anak Mama Ini.

MOPD. Jujur gue trauma sama yang namanya MOPD/MOS apapun itu (Dan bentar lagi gue OSPEK ahh gue paling kecil tapi lucu takut di SODOMI sama senior *nangis) traumanya pas MOS kelas 7 gue dijailin abis abisan sama anak-anaknya. Ok gue masuk ke kelas X7 tapi untunglah banyak banget yang dulu SMP sekelas sekarang sekelas lagi.
Yang paling berkesan MOPD itu adalah acara marah2 bukan marah sih tapi Tegas, tegasnya Senior atau bisa di bilang BIDSUS kalo di sekolah gue. Tapi semenjak dijalanin MOPD itu berkesan banget. (Miss that moment)..
Tapi dari tahun ke tahun selama 2 tahun gue selalu terlibat menjafi Panitia MOPD.

Kalau di X7 itu yahh gue masih masa transisi-adaptasi dengan Chexo!.. di X7 gak terlalu banyak kenangan gak kayak di kelas BAHASA. Ok gue buat poin2 ceritanya
1. Awalnya pas masuk kelas Bahasa siswanya ada 30 lebih tapi karna ada bla blaa blaaa alasan yang pengen jadi dokter polisi abri tentara pada pindah ke IPA IPS. Ahh toh pas angkatan sebelum angkatan 2014 Kakak kelas ada yang jadi Tentara, intinya gimana nasib!! Maka tersisalah 14 anak ayam betina dan 9 anak ayam jantan. Dan gue beranggapan kalo siswanya sedikit saingan pun sedikit dan tingkat persatuan kesatuan bisa terjamin. Ekhhh pas dijalanin mana ada kesatuan persatuan rata-rata berkubu. Rasa menyesal akan rasa persatuan kesatuan anak bahasa angkatan 2014 baru teratasi ketika semester 6 mau keluar SMA saat latihan Teater untuk nilai praktek SASTRA disana cewek cewek pada nangis yang cowok pada sok tegar padahal hatinya teriris, semua buka bukaan (Nyerita keluh kesah). Ya allah sedih banget gak kayak angkatan tahun yang sebelum sebelumnya kompak. Bahkan angkatan adik kelas pun mulai menuruni sifat angkatan sebelum angkatan 2014. Angkatan gue itu angkatan yang bisa dikatakan di blacklist sama guru-guru karna ke nakalan kita yang gak nurut nurut sama wali kelas. Angkatan yang banyak kasus, kasus individu dengan individu, kasus karna absen yang banyak sampai di panggil ke BK. Jujur gue malu! Pantesan orang – orang mandang bahasa sebelah mata. Citra bahasa yang dulu itu gak ada di angkatan gue. Yang dulu katanya ada yang sukses kerja di Jepang, yang pernah ke korea, ada yang Bisnis sampai bisa mengHajikan kedua Orangtuanya. Gue iri gue nyesel, nyesel tapi gak boleh nyesel, tapi tetep ajah ngenes di SNMPTN gue gak bisa milih Ilmu Komunikasi UNPAD yap karena tahun sekarang Ilmu Komunikasi hanya untuk jurusan IPA/IPS, mungkin bukan jodoh gue disana, gue percaya dan optimis bahwa akan selalu ada keajaiban Indah-Manis-Bahagia yang akan Allah berikan.
2. Masalah belajar! Karna gue niat pake banget masuk bahasa alhamdullilah gue selalu masuk ke Top 5. Pas keluar nanti gak ada lagi meja kayu, kursi kayu lagi yang bakalan gue corat coret!!
Gak akan ada lagi tidur pas pelajaran Sastra makasih pak, yap Pak Tedi yang di bahasa gue punya bekel buat jadi Actor, gue bisa acting walau masih kaku!..  Hahaa
Bu Iis guru PKn yang cerewet tapi baikk banget, yang selalu sabar ngadapin Anak Bahasa yang nakalnya super pisann.. Maafin kami Bu, 2 tahun membimbing kami pasti rasa BOSAN pasti ada!!
Pak Lukman yang Kocak Bu Malia yang tegas thanks a lot.. Pas UN kemarin gue gak terlalu olohok ngerjain soalnya.
Pak Eko guru kesenian anak bahasa sekarang gue udah bisa mainin gamelan walau ancur… Hehehe
Bu Mimin guru bahasa Sunda maafin angkatan kami Bu!! Hatur nuhun parantos ngawulang Anak Bahasa. Mung sing enggal damang bu, hapunten teu acan tiasa ngalongok..
Guru Antropologi yang kece Pak Asep Eri Ridwan makasih banget meskipun hanya 1 semester ngajar di bahasa tapi ilmu dan quote quote yang diberikan sangatlah berjasa. Makasih juga udah nyeritain pengalamannya Ke Badui dan ke Thailandnya.. Suatu saat pak gue juga bakalan pergi ke Thailand.
Bu Nani sama Pak Nono yang bikin shock pas tes Lisan Sejarah, sekarang gue gak terlalu buta sama sejarah perkembangan di Indonesia.
Mme Elly, merci pour leçon france !! Maintenant, je peux parler france bien que légèrement! 😉
Guru agama gue yap Pak H. Jang, sekarang gue sadar bahwa gue masuk di Bahasa dan gak bisa milih SNMPTN ke UNPAD karna ini Qodo QodarNya.
Bunda Tien Mamih Yeyet makasih telah menjadi wali kelas Bahasa. Maaf angkatan 2014 itu susah diatur..
Makasih juga buka ibu ibu di kantin yang kalo gue lapar gue ngabur dulu untuk nyari makanan. Mang Tukang Basok Tahu, Cireng, sama Tukang Photokopian gue kehilangan banget sikap kesabaran ketika meladangi gue, ntar pas kuliah jarang banget ketemu… -___- Hahaaa
Meskipun kami berbeda dengan angkatan senior tapi kami berjanji pada ibu/bapak guru bahkan dunia kami pasti bisa meraih kesuksesan seperti senior2 kami.
Masa masa sulit klimaks telah kami lalui UP, US, UN dan tinggal satu hal yang sedang kami tunggu adalah di tanggal 27 Mei. Semoga 23 Anak ayam bisa merasakan duduk di bangku PTN.

Makasih buat Chexo yang awalnya saya tidak akan masuk ke sana tapi ternyata berkat Chexo sekarang gue bisa bertemu dengan bidadari yang selalu mensupport selama ini. Di chexo juga gue bisa menemukan dimanakah minat dan bakat gue. Makasih juga untuk para hater gue, gue bisa bangkit dari keterpurukan, gue bisa memperbaiki kesalahan gue karna kritikan dan saran selama ini. Dan bentar lagi gue bakalan menjadi alumni Chexo, sekolah dengan prestasi yang menjulang yang tak kan gue lupakan dalam jejak hidup gue.
Dan di tanggal 31 Mei 2014 adalah pelapasan semoga sebuah kado istimewa berupa PTN bisa kudapatkan di hari ulang tahun gue. Mungkin gak di UNPAD tapi di suatu PTN lain gue bisa mengexplore passion gue. Mimpi gue berhenti untuk tidak masuk UNPAD tapi gue tetap menggantungkan semua mimpi gue sampai gue bisa meraihnya dan  tetap semangat untuk menjadi seorang yang bisa membahagiakan mama papanya.

I’m Language

Heyy Luluers, udah lama gue gak nulis!! Hahaaa padahal baru kemarin gue nulis Cerpen Horrrrror, aduh sorry banget ceritanya flat gak menarik *sad tapi gue gak kapok untuk nulis karna passion gue disini. Omong-omong mau nulis kali ini gue mau nulis nyeritain Lika Liku di SMA!
Awalnya gue gak mau nerusin sekolah lagi di daerah yang sama kayak SMP yahh yang pastinya gue bosen lah!!! Niatnya gue pengen lanjutin SMA di Kota, Yap Kota Bandung di SMA 24 atau SMA 10. Namun berhubung NEM gue pas pasan (Sedih banget) terpaksa tapi gak terpaksa juga sihh gue Nyadar sama Tahu diri, gue lanjutin SMAnya di Pelosok lagi. Tapi gue bimbang mau di Cicalengka lagi atau di Rancaekek. Pasalnya ada temen asli cicalengka yang bilang “Ngapain orang Rancaekek sekolah di Cicalengka?” Anjirr gue gak bisa jawab apa apa terkecuali senyum simpul, seketika pertanyaan itu keluar saat gue duduk di bangku SMP kelas 7. Gue nyesek tapi gue diam ajah, maklum gue orangnya sensitive (Hahaaa bocor deh!) Ok, sampai dimana tadi. Oh yah! Tapi gue mikir kalo misal SMAnya di Rancaekek gue takut gak ada temen, takut kalo di daerah PT. KAHATEX banjir dan gue pulangnya jalan kaki. Arghhh gak mau. Oui, gue mutusin buat masuk SMAN 1 Cicalengka. Dianterin sama mama daftarin ini itu. Gue liat pas pendaftaran temen gue pada gak dianterin mama papanya. Hahaaa keliatan banget gue anak mama. Dan akhirnya gue diterima dengan NEM pas pasan. Mungkin di Chexo (panggilan SMA gue) ada sesuatu yang Indah-Manis-Bahagia yang akan Allah berikan ke Anak Mama Ini.

MOPD. Jujur gue trauma sama yang namanya MOPD/MOS apapun itu (Dan bentar lagi gue OSPEK ahh gue paling kecil tapi lucu takut di SODOMI sama senior *nangis) traumanya pas MOS kelas 7 gue dijailin abis abisan sama anak-anaknya. Ok gue masuk ke kelas X7 tapi untunglah banyak banget yang dulu SMP sekelas sekarang sekelas lagi.
Yang paling berkesan MOPD itu adalah acara marah2 bukan marah sih tapi Tegas, tegasnya Senior atau bisa di bilang BIDSUS kalo di sekolah gue. Tapi semenjak dijalanin MOPD itu berkesan banget. (Miss that moment)..
Tapi dari tahun ke tahun selama 2 tahun gue selalu terlibat menjafi Panitia MOPD.

Kalau di X7 itu yahh gue masih masa transisi-adaptasi dengan Chexo!.. di X7 gak terlalu banyak kenangan gak kayak di kelas BAHASA. Ok gue buat poin2 ceritanya
1. Awalnya pas masuk kelas Bahasa siswanya ada 30 lebih tapi karna ada bla blaa blaaa alasan yang pengen jadi dokter polisi abri tentara pada pindah ke IPA IPS. Ahh toh pas angkatan sebelum angkatan 2014 Kakak kelas ada yang jadi Tentara, intinya gimana nasib!! Maka tersisalah 14 anak ayam betina dan 9 anak ayam jantan. Dan gue beranggapan kalo siswanya sedikit saingan pun sedikit dan tingkat persatuan kesatuan bisa terjamin. Ekhhh pas dijalanin mana ada kesatuan persatuan rata-rata berkubu. Rasa menyesal akan rasa persatuan kesatuan anak bahasa angkatan 2014 baru teratasi ketika semester 6 mau keluar SMA saat latihan Teater untuk nilai praktek SASTRA disana cewek cewek pada nangis yang cowok pada sok tegar padahal hatinya teriris, semua buka bukaan (Nyerita keluh kesah). Ya allah sedih banget gak kayak angkatan tahun yang sebelum sebelumnya kompak. Bahkan angkatan adik kelas pun mulai menuruni sifat angkatan sebelum angkatan 2014. Angkatan gue itu angkatan yang bisa dikatakan di blacklist sama guru-guru karna ke nakalan kita yang gak nurut nurut sama wali kelas. Angkatan yang banyak kasus, kasus individu dengan individu, kasus karna absen yang banyak sampai di panggil ke BK. Jujur gue malu! Pantesan orang – orang mandang bahasa sebelah mata. Citra bahasa yang dulu itu gak ada di angkatan gue. Yang dulu katanya ada yang sukses kerja di Jepang, yang pernah ke korea, ada yang Bisnis sampai bisa mengHajikan kedua Orangtuanya. Gue iri gue nyesel, nyesel tapi gak boleh nyesel, tapi tetep ajah ngenes di SNMPTN gue gak bisa milih Ilmu Komunikasi UNPAD yap karena tahun sekarang Ilmu Komunikasi hanya untuk jurusan IPA/IPS, mungkin bukan jodoh gue disana, gue percaya dan optimis bahwa akan selalu ada keajaiban Indah-Manis-Bahagia yang akan Allah berikan.
2. Masalah belajar! Karna gue niat pake banget masuk bahasa alhamdullilah gue selalu masuk ke Top 5. Pas keluar nanti gak ada lagi meja kayu, kursi kayu lagi yang bakalan gue corat coret!!
Gak akan ada lagi tidur pas pelajaran Sastra makasih pak, yap Pak Tedi yang di bahasa gue punya bekel buat jadi Actor, gue bisa acting walau masih kaku!..  Hahaa
Bu Iis guru PKn yang cerewet tapi baikk banget, yang selalu sabar ngadapin Anak Bahasa yang nakalnya super pisann.. Maafin kami Bu, 2 tahun membimbing kami pasti rasa BOSAN pasti ada!!
Pak Lukman yang Kocak Bu Malia yang tegas thanks a lot.. Pas UN kemarin gue gak terlalu olohok ngerjain soalnya.
Pak Eko guru kesenian anak bahasa sekarang gue udah bisa mainin gamelan walau ancur… Hehehe
Bu Mimin guru bahasa Sunda maafin angkatan kami Bu!! Hatur nuhun parantos ngawulang Anak Bahasa. Mung sing enggal damang bu, hapunten teu acan tiasa ngalongok..
Guru Antropologi yang kece Pak Asep Eri Ridwan makasih banget meskipun hanya 1 semester ngajar di bahasa tapi ilmu dan quote quote yang diberikan sangatlah berjasa. Makasih juga udah nyeritain pengalamannya Ke Badui dan ke Thailandnya.. Suatu saat pak gue juga bakalan pergi ke Thailand.
Bu Nani sama Pak Nono yang bikin shock pas tes Lisan Sejarah, sekarang gue gak terlalu buta sama sejarah perkembangan di Indonesia.
Mme Elly, merci pour leçon france !! Maintenant, je peux parler france bien que légèrement! 😉
Guru agama gue yap Pak H. Jang, sekarang gue sadar bahwa gue masuk di Bahasa dan gak bisa milih SNMPTN ke UNPAD karna ini Qodo QodarNya.
Bunda Tien Mamih Yeyet makasih telah menjadi wali kelas Bahasa. Maaf angkatan 2014 itu susah diatur..
Makasih juga buka ibu ibu di kantin yang kalo gue lapar gue ngabur dulu untuk nyari makanan. Mang Tukang Basok Tahu, Cireng, sama Tukang Photokopian gue kehilangan banget sikap kesabaran ketika meladangi gue, ntar pas kuliah jarang banget ketemu… -___- Hahaaa
Meskipun kami berbeda dengan angkatan senior tapi kami berjanji pada ibu/bapak guru bahkan dunia kami pasti bisa meraih kesuksesan seperti senior2 kami.
Masa masa sulit klimaks telah kami lalui UP, US, UN dan tinggal satu hal yang sedang kami tunggu adalah di tanggal 27 Mei. Semoga 23 Anak ayam bisa merasakan duduk di bangku PTN.

Makasih buat Chexo yang awalnya saya tidak akan masuk ke sana tapi ternyata berkat Chexo sekarang gue bisa bertemu dengan bidadari yang selalu mensupport selama ini. Di chexo juga gue bisa menemukan dimanakah minat dan bakat gue. Makasih juga untuk para hater gue, gue bisa bangkit dari keterpurukan, gue bisa memperbaiki kesalahan gue karna kritikan dan saran selama ini. Dan bentar lagi gue bakalan menjadi alumni Chexo, sekolah dengan prestasi yang menjulang yang tak kan gue lupakan dalam jejak hidup gue.
Dan di tanggal 31 Mei 2014 adalah pelapasan semoga sebuah kado istimewa berupa PTN bisa kudapatkan di hari ulang tahun gue. Mungkin gak di UNPAD tapi di suatu PTN lain gue bisa mengexplore passion gue. Mimpi gue berhenti untuk tidak masuk UNPAD tapi gue tetap menggantungkan semua mimpi gue sampai gue bisa meraihnya dan  tetap semangat untuk menjadi seorang yang bisa membahagiakan mama papanya.

Bukan Sekedar Lukisan

“Yeahh… akhirnya UN beres juga dan waktunya cuci mataaaaa!” Teriak raras bersemangat.
“Dan, lo udah packing belum buat ke Surabaya besok?” Tanya Rama sambil merekam Raras dengan sebuah handycam kesayangannya.
“Udah dong, malahan sebelum UN.. hahaaaa” Tawa raras
“Kalo lo Man, gue lihat lo flat amat besok mau ke Surabaya!” tanya Rama keheranan
“Jelas gue flat lah, gue masih kepikiran sama hasil UN nanti…”Lirih Arman
“Ya udah kali jangan bahas UN, kita ke Surabaya kan mau refreshing menghilangkan ingatan kita akan UN, bener gak Tut?”
“Yap bener banget… ihk Rama jangan shooting gue!! Lo tahu kan gue gak suka” cetus Tuti
“Tapi guys kayaknya gue kedatangan tamu deh!” Ujar Raras
“Tamu, tamu darimana?”Tanya Arman
“Ituloh tamu kalo yang bikin cewek jadi sensitif bawaannya pengen marah-marah”Jelas Tuti
“Iya jadi liburan UNnya jadi gak enjoy” Sahut Raras
“Gak enjoy yah Enjoyin ajah.. hahahaa”Tawa Arman dan Rama

Besok pagi mereka pun berangkat dengan mobil pribadi milik Bapaknya Rama. Tentunya dengan supir pribadi biasa dipanggil Mang Bejo. Kebetulan Bapaknya lagi di Singapura.
“Gimana, semuanya sudah siap?” Tanya Mang Bejo
“Siap dong!!!”Jawab mereka kompak
Diperjalan Rama selalu merekam kondisi dan keadaan di mobil bahkan dibalik kaca mobil sekalipun. Terlihat Arman sedang bermain dengan gadget kesayangannya. Sedangkan Raras dan Tuti asyik dengan pembicaraan mereka tentang Agnez Mo yang sedang Booming.
Pagi cepat berlalu dan malam pun mengisi liburan mereka, kicauan mereka pun perlahan mulai menghilang ditelan kegelapan malam mengantarkan mereka ke dunia mimpi.
“Raden Rama, den.. den.. kita sudah nyampe di Surabaya!” Seru Mang Bejo membangunkan Rama dengan teman-temannya.
“Hoaammm..” Geliat Rama “Sudah nyampe di Surabaya yah mang?”
“Iya, sudah nyampe di Surabaya, kita mau nginap di hotel mana den?”Tanya Mang Bejo
“Heyy!! Bangun kali kita udah nyampe di Surabaya kita mau ngiap di hotel mana?”sambil membangunkan teman-temannya
“Hmmm,.. udah nyampe nih!! Dimana yah?” Arman masih kebingunan
“Di…. bentar bolehkan gue cari dulu di google ?”Raras mengeluarkan Smartphonenya
“Kelamaannnn kali!” Cetus Rama
“Gimana kalo nginap di Grand Boemi Utomo Hotel!”Rujuk Mang Bejo
“Jangannnn! ” Bantah Tuti
“Kenapa?”Semua bertanya-tanya pada Tuti
“Hmmmm….” Tuti hanya diam
“Emang kenapa Non, Hotelnya bagus kok kebetulan Bapaknya Raden Rama dulu pernah nginap disana!” Papar Mang Bejo
“Ya udahlah yah mang pilih hotel itu ajah!”

Mereka pun mencari hotel itu, dan sesampai di sana salah satu dari mereka check in dan beberapa lainnya menurunkan barang bawaan mereka.
“Ok semuanya sudah siap? kita masuk! gue sama arman kamar 225 dan Raras sama Tuti di kamar 213” Papar Rama sambil memberikan kunci kamar ke Raras
“Den rama, mang mau nginap di rumah teman mang aja beberapa meter dari sini kok”Jelas Mang Bejo
“OK, mang. Tapi kenapa gak disini ajah mang?”
“Gak den makasih. Mang lebih baik disana sajah sudah lama tidak bersilahturahmi sama teman mang, ya udah atuh yah kalo ada apa apa teh tinggal telepon mang we yah!”

Mang bejo pun pamitan kepada anak-anak dan mereka pun mencari kamar mereka. Malamnya mereka pun take a rest .
“Wahhh Tut keren banget yah hotelnya” Ujar raras sambil membereskan tempat tidur.
“Keren sih keren tapi….” Tuti tidak melanjutkan pembicaraannya dan langsung menutup badannya dengan selimut.
“Tapi apa Tut… Tutt lanjutin ihh!” Mengambil selimut yang sedang dipakai Tuti.
“Udahlah besok pagi ajah gue ceritakan, sebaiknya cepat kita tidur!” Suruh Tuti
“Ok, bentar 5 menit lagi gue masih rapiin baju buat besok travell” Raras melanjutkan kegiatan tengah malam itu.
“Raras, cepet tidur gue bilang cepet tidur!”  Tegas Tuti
“Kenapa sih? Ok gue tidur sekarang. Bone nuit!”
“Bone nuit”

“Lo gak dimana-mana masih ajah maen games si Pou, kagak bosen apa?” Tanya Rama
“Akhh lo juga sama gak bisa lepas dengan yang namanya handycame sama SLR!!” Balas nanya Arman
“Ehh, ini hobby gue dan gue gak akan pernah lepas sama yang namanya ini”Jawab Rama
“Yah berarti gue juga sama kayak lo ngegames”
“Ok ok… Ekh Poto dulu poto seharian gue gak pake ni SLR!”
“Ini udah malam kali liat wajah gue udah kusut berminyak”
“Ayolah… sekali ini ajah! Coba lo berdiri disamping itu lukisan”
“Apa?Please deh backgroundnya jangan lukisan itu, serem tahu!”
“Ya udah mau backgroundnya TV atau WC?percaya deh sama calon photographer handal ini!”
“Kalo lo bukan temen gue hmmm gue gak kan mau ”
“1…. 2…. 3 prett, sekali lagi 1…. 2…. 3 prett, sipp deh ntar gue masukin ke Instagram”
“Apa??? Jangan!! Kalau itu sampai terjadi gue gak akan pernah maafin lo, coba gue liat dulu!”
“Nih… hati-hati ntar SLR gue lecet!”
“Iyahh bawell…. loh lohh kok poto yang pertama sama yang kedua ada yang berbeda yah?”Arman keherenan
“Itu karna lo gak pake kacamata”
“Ok gue pake kacamata, tuhkan ini poto yang kedua sama yang kesatu berbeda!”
“Beda apanya sih?” Tanya Rama keheranan
“Nih coba lo check sendiri”  Mengasongkan SLR
“Anjrittt ini mah bo.. boo.. bolaaa matanya beberrr bergerak Man!”Rama ketakutan
Seketika mereka bersamaan melihat lukisan dikamar mereka. Dalam hitungan detik mereka pun langsung melirik satu sama lain dan segera selimutan berharap tidak terjadi apa-apa.

Paginya mereka berempat kumpul untuk sarapan pagi sebelum mereka travell  ke alun-alun Surabaya. Mereka diam satu sama lain terutama Tuti. Di meja makan mereka masih membisu emang seharusnya ketika makan janganlah bersuara tapi ini tidak biasanya ketika makan mereka selalu ngobrol asyik. Sarapan pun usai dan Raras pun memulainya.
“Tut sebenernya ada apa sih dari tadi malam kayak yang ada di tutupi!”
” Sebenanya dari awal sebelum masuk hotel ini gue pengen ngomong ke kalian tapi lo semua tidak mempedulikan gue. Ketika Mang Bejo bilang nama Hotel ini bulu kuduk gue langsung berdiri. Terus gue rasa ada yang aneh di Hotel pilihan Mang Bejo itu. Dan bener sesampai tiba didepan Hotel ini gue liat sebuah Terowongan yang sangat besar namun hitam pekat. Tapi lo semua hanya bisa melihat sebuah Hotel bak Istana keraton.” Papar Tuti panjang
“Lo serius kan, lo gak bohong kan?” Raras agak takut dengan apa yang Tuti bilang
Namun Arman hanya diam serius dan Rama merekam diam-diam Tuti bicara
“Seriuslahh masa gue bohong sama hal kayak ginian,  sebenernya sejak dari dulu semenjak gue pindah sementara di rumah nenek, gue bisa liat hal-hal yang gak bisa kalian liat” Jelas Tuti
“Terus dengan terowongan besar itu?”Tanya Arman
” Yap, kita masuk terowongan itu secara tidak langsung. Dan artinya kita berbaur dengan mereka yang tidak bisa kita lihat”
“Stop.. Tut jangan lanjutin cerita serem lo itu” Raras ketakutan
“Nggak ini bukan cerita seram tapi ini emang benar, tadi malam kenapa gue suruh lo cepet tidur, mereka mencium darah bahkan diantara mereka ada yang suka darah gadis, gue baru ngeh lo lagi h
halangan ketika dari mereka satu persatu berdatangan ke kamar 213 Makannya gue suruh lo cepet tidur apalagi itu lukisan berisik banget bikin gue gak bisa tidur”
“Apa lukiaan?” Arman pun teriak dan terbangun dari diamnya.
“Armannnnn, suttt jangan keras-keras nanti ada yang mendengar sumpahlah tuhkan ada yang liat kita!”
“Ok… tapi gue pengen cerita boleh gak?” Tanya Arman
“Arman sudahlah biarkan dulu Tuti membereskan berceritanya!” Bantah Rama
“Guys sebaiknya kita Check out hotel ajah yuk!” Saran Raras
“Nggak, sebaiknya jangan dulu kita stay dulu semalam dulu disini kita pecahkan misteri yang menarik ini”! Ujar Tuti
“Apa lo gila? Ini hotelnya kan…” Kata Arman terpotong
“Sebaiknya kita diluar saja ngobrolnya sambil mencari udara segar dan siap-siap travell” Rama pun menghentikan rekaman tersembunyinya itu. Sambil membawa ponselnya hendak menelpon Mang Bejo.
“Halo Mang, dimana? Cepat kita mau berangkat travell”
“Iya.. iya ntar Mang kesana!”

Tak lama kemudian Mang Bejo pun tiba, mereka pun naik mobil. Dan melanjutkan pembicaraan mereka yang sempat tertunda tadi.
“Oh iya lo mau nyerita apa Man?” Tanya Raras
“Jadi tadi malam gue tuh di poto samping lukisan wanita bergaun putih di kamar gue sama Rama tapi pas diliat kok ada yang beda” Arman menceritakan kejadiaan tadi malam dengan serius
“Beda??”Raras keheranan
“Yap beda pasalnya poto yang kesatu sama kedua bola mata si wanita bergaun putih jadi…. sebaiknya lo liat sendiri photonya!” Rama memperlihatkan poto yang ada di SLRnya ke Raras
“Oh Damn Ghost gila ini bener gila… sebaiknya sepulang travell kita harus check out!” Raras kaget melihat poto
“Dan kenapa gue suruh Arman jangan ngomong keras-keras namun telanjur Arman berteriak pasalnya dari tadi kita diawasi dan tentunya dilihatin terus sama Lukisan lukisan yang ada di hotel itu, dan ketika arman berteriak diantara mereka ada yang menunjukan kesedihannya, kekecewaannya, dan yang paling ngeri itu adalah lukisan di lobi yang menunjukan kemarahan!” Tutur Tuti
“Mang sih ngasih saran kok Hotelnya banyak kejadian yang aneh kayak gini!”Rama lebih takut dari sebelumya dan diam-diam merekam lagi.
“Sebenarnya Mang juga baru tahu tadi malam dari teman Mang, kata teman Mang hotel itu jarang banget ada yang nginap disana karna banyak turis lokal atau pun turis asing yang setiap mau check out mereka malah meninggal” Tutur Mang Bejo sambil menyetir mobil dengan laju
“Terus kenapa Mang gak ngasih tahu ke kami?”Tanya Raras
“mang takut heheee… dan mang kira kalian udah pulas tidur”
“Boro boro tidur mang yang ada cape ngobrol sama anak kecil!” Tuti tiba-tiba mengagetkan lagi yang ada di mobil
“Hah? Anak kecil!” Semua melirik kearah Tuti
“iya anak kecil yang terlukis di lukisan kamar gue sama Raras, tapi tenang ajah itu anak kecil cuma pengen bermain ajah, nohh itu anak kecilnya ikut sama kita”

Mereka pun travell, hunting, shoping sampe petang menjelang.
“Duh gue males nih pulang!” Arman memelas
“Iya gue juga sama males pulang ajah langsung ke Bogor” Tambah Raras
“Yah kalo pulang langsung anak kecil yang dimobil saat ini bakalan ikut ke Bogor juga, so we must back to check out dan pastinya kita pecahkan masalah dari misteri lukisan lukisan di hotel itu” Tuti sambil pandangan lurus kedepan.

Sesampai di hotel mereka langsung masuk ke lobi, tapi sialnya saat itu wilayah mereka berada sekarang lagi ada pemadaman listrik bergilir, mereka semakin ketakutan dan berdo’a bertasbih tiada henti, Tuti selalu membimbing teman-temannya. Saat itu Mang Bejo pulang ke rumah temannya sebentar untuk membawa baju dan barangnya.

Mereka ditemani sebuah cahaya senter dari sebuah handphone kecil, dan Tuti meminta bantuan kepada teman kecil astralnya. Setiba dikamar Raras dan Tuti, mereka berdua langsung membereskan baju dan bawaannya. Sedangkan Arman memegang senter handphonenya itu dan Rama seperti biasa merekam dan memotret disekelilingnya walau gelap gulita yang membuat para astral terganggu.

Setelah Raras dan Tuti selesai mereka pun melanjutkan ke kamar Arman dan Rama, sekarang giliran Raras dan Tuti berada di luar. Namun ketika pintu kamar dibuka tiba-tiba lukisan yang ada dikamar itu jatuh sendiri dan Arman pun dengan perasaan takut memasangkan kembali lukisan wanita bergaun putih itu. Akhirnya Arman juga Rama beres merapikan bawaan mereka. Dan mereka segera bergegas keluar meninggalkan kamar.
Namun kendala terjadi ketika Baterai handphonenya Arman melemah dan mulai tak bisa di hidupkan kembali. Mereka semakin goyah semakin takut, Raras tiba-tiba menjerit ketakutan karena tiba-tiba banyak gangguan astral yang semaki  mengganggu kepada dirinya.

Mereka masih berdiri di koridor sepanjang kamar 200 dan belum turun ke lobi. Lalu tiba-tiba Tuti dikagetkan karna tangannya ditarik oleh Anak Kecil itu.
“Teman-teman cepat ikuti gue, anak ini memberi suatu petunjuk kepada kita!” Tegas Raras sambil tanganya ditarik oleh anak astral lukisan itu.
Tangan Tuti ditarik sampai berhenti didepan sebuah pintu ruangan. Entah tempat apa ruangan itu. Tuti pun memberanikan diri untuk membuka pintu ruangan. Namun…..
“Plakkkk…. plakk” Lukisan wanita bergaun putih yang berada di kamar Arman dan Rama jatuh tepat dibelakang mereka. Sontak hal itu mengagetkan mereka.
“Hihihiiiii..” Suara aneh dari luar nalar manusia pun semakin membuat mereka ketakutan sampai akhirnya Arman dan Raras tergeletak tak sadarkan diri karna shock. Tuti ingin membantu Arman dan Raras tapi Tuti terus ditarik dan anak astral itu menginginkan Tuti membuka Pintu Ruangan itu.
“Rama, sudahlahh matikan handycamnya ini bukan waktu yanh tepat!” Kata Raras
“Gak bisa ini akan menjadikan sebuah film yang sangat bagus.” Ego Rama
Dan tiba-tiba….
“Arghhhhhh handycam gue jatuh, ini kerjaan siapa yang menjatuhkan handycam gue”
” Hihihiiihiii” Suara aneh itu mulai terdengar lagi oleh Tuti dan Rama
“O… o..ok ini salah gue. Maaaa maafin gu guue!” Kata Rama terbata-bata

Tuti pun membuka pintu itu perlahan dan ketika terbuka lebar bau amis darah pun menyengat hidung Tuti dan Rama sampai membangunkan Arman dan Raras. Dan anehnya Handphone Arman bisa dinyalakan kembali. Tanpa pikir panjang mereka berempat masuk ruangan berbau amis dengan sebuah senter dari handphone.
La laaa lu tiba-tiba
“SIAPA YANG BERANI BERANI NYA MASUK KERUANGAN INI TANPA IZIN?”
Suara besar itu mengejutkan mereka. Dan senter pun menyorotkan ke sosok bersuara besar itu.
“Ayahhh?” Rama terkejut SLRnya pun terjatuh sekarang karna kekagetannya.
“Rama? Ngapain kamu disini?” Pak Romo bertanya
“Ayah harusnya Rama yang bertanya ngapain ayah disini bukannya ayah di Singapur?” Rama masih bertanya tanya

Dan tepat pukul empat dini hari pemadaman listrik pun berakhir. Dan kagetnya mereka melihat sekeliling di ruangan tersebut berserakan gelas dan piring kotor ditambah banyak bercak darah. Dan sumur tua,bau busuk mayat semakin menyengat diruangan itu.
“Jadi selama ini aa ayahh yang membunuh semua  turis asing dannn”Rama masih tak percaya
“Dan ayah menjadikan darah mereka untuk dijadikan cat untuk lukisan ayah Hahaaaa!” Pak Romo tiba-tiba menjulurkan sebuah pisau
” Yap dan sekarang waktunya kalian Hahaaaa!” Perlahan berjalan mengarah mereka berempat
“Ayah sadar yah sadar….”Rama menyadarkan
“Alahhhhhhhhh…..”
“Angkat tangan turunkan benda tajam itu atau kami tembak” Polisi datang tepat hampir ketika nyawa mereka mau melayang. Akhirnya Pak Romo ditangkap dan mendapatkan pasal berlapis serta hukuman seumur hidup. Selain Pak Romo semua pegawai Hotel disana pun diberi hukuman karna telah menutupi kejahatan. Rama sedih dan perlahan meneteskan air mata yang tak menyangka ayahnya menbuat nyawa orang lain melayang hanya demi sebuah lukisan. Ayah Rama adalah pelukis terkenal tapi dibalik lukisan-lukisannya tersimpan banyak misteri.

Mereka berempat keluar dan berjalan ke lobi. Polisi langsung membuat garis polisi di ruangan itu. Dan ternyata banyak sekali mayat yang dimasukan kedalam sumur tua itu, hampir 200 lebih mayat turis dalam ataupun luar ditemukan. Lalu Grand Boemi Utomo Hotel pun di tutup sementara waktu bahkan ditutup untuk selamanya karna berita tentang hotel itu sudah beredar luas di masyarakat sekitar dan enggan untuk menyewa kamar hotel disana.

“Ternyata lukisan yang berada di kamar lo sama Arman adalah Ibu dari anak kecil lukisan yang ada di kamar gue sama Raras. Dia tahu bahwa kita itu adalah orang baik dan anak kecil itu ingin menunjukan bahwa ada misteri dibalik lukisan-lukisan yang ada di Hotel dan semua astral yang tinggal di dalam lukisan hotel ini semuanya berterima kasih kepada kita tapi mereka akan selamanya tinggal di dalam lukisan. Hmmm yang sabar yah Ma ini cobaan Allah!” Tuti menenangkan Rama

“Iya makasih Tut, kalo gak sekarang terungkap pasti banyak korban-korban berikutnya” Jawab Rama
“Mungkin kita!! Tapi siapa yang mendatangkan polisi masa iya salah satu pegawai hotel?” Tanya Raras
“Kalo pegawai hotel membocorkan pasti dipecatlah sama Bosnya!”Jawab Arman
“Jadi siapa?” Raras, Tuti dan Rama kompak
“Yah mang atuh!!” Mang Bejo datang dari belakang merangkul mereka berempat…
“Yuk atuh kita balik ke Bogor!” Arman mengajak pulanh
“Etssss kita masih ada urusan dengan polisi!” Tanya Rama
“Alahhhh ntar ajah di Bogor yuk akh naik ke Mobil!” Jawab Mang Bejo

Mereka pun pulang ke Bogor membawa sebuah kisah liburan UN yang sangat diluar dugaan yang kiranya akan menyenangkan tetapi ini sebuah kepahitan yang didapat terutama bagi Rama
Kita hidup bukanlah hanya kita seorang tapi ada dunia lain, dunia hitam, Yap kita berbaur dengan mereka menjadikan dunia penuh misteri”

(Ahirnya beres juga cerpen gue hahaaaa selama berhari-hari mencari ide buat beresin nih cerpen. Anyway so sorry banget kalo ada salah kata dan gak jelas dalam pemilihan kata. Diksi hue masih ancur tapi next time gue akan berusaha buat bikin sebuah karya yang lebih bagus lagi. Kritik dan saran boleh cantumin di kolom komenan buat acuan kedepannya. And sorry kalau flat!! Ok Merci Beaucoup udah baca)
By : Lulu Androluck ( Muhamad Lukman Ardiansyah )

World’s eye

Ketika kabut bahkan lapisan baja pun menutupi mimpi ini hanya lilin kecil yang dipegang sebagai penuntun jalan menuju surganya dunia
Tidak hanya sekedar mata dunia yang dicari tapi setitik cahaya dalam kegelapan yang kan menanti ketika tiba saatnya

We are 2014 Can be entering PTN 2014

Anak bahasa gak bisa milih ilkom unpad lewat snmptn thun
ini.Berarti saya mesti move on dari unpad untuk snmptn.a .so
Saya memilih PTN lain. kalo misal.a saya diterima lewat
snmptn mungkin ekpresi flat, ntah mau diterima atau nggak.
saya tahu akibat.a kalo saya menolak undangan, karena emang
mimpi saya pengen ke unpad. mau ikut SBMPTN saya mesti
ngambil SOSHUM, ngambil SMUP hanya d3 dan unpad gak ada
lagi program lanjutan d3 ke s1 (ekstansi). atau mungkin
teman2 punya saran?
semoga teman2 tidak merasakan apa yang saya rasakan. tetap
optimis buat masuk snmptn 2014! sya tahu sya banyak ngeluh
dan maaf udah curhat disini :))

image